Nama Saya Bambang Irianto

Saya adalah Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi di UT (Universitas Terbuka), Tangerang Selatan, Banten.

Rabu, 13 Januari 2010

Cerita Ayah-Ibuku Asuhku Marissa Haque dan Ikang Fawzi terkait Pilkada Kaltim 2008 Lalu

Ayah-Ibu Asuhku adalah paravPendukung Awang-Farid



Rabu, 27 Februari 2008


(Marissa Haque dan Ikang Fawzi Meriahkan Pendaftaran Awang-Farid )

TRIBUN / NEVRIPasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Awang Faroek Ishak dan Farid Wadjdy, mengembalikan formulir pendaftaran ke Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Selasa (26/2).

Awang yang diiringi partai pendukung dan pengusungnya serta puluhan pendukungnya mengungkapkan siap menang dan siap kalah dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) nanti.


Sejak pukul 09.00, ratusan pendukung Awang-Farid telah berkumpul di GOR Segiri Samarinda. Mereka mengenakan baju bergambar Awang-Farid dengan tulisan dukungan kepada mereka berdua.

Awang-Farid datang sekitar pukul 09.40. Keduanya mengenakan jas hitam. Setelah berbicara sebentar dengan beberapa parpol pendukungnya, mereka pergi sekitar pukul 10.00. Selama perjalanan, seruan mengenai Awang terdengar nyaring dari beberapa sound system yang diangkut menggunakan mobil.

Awang-Farid tiba di KPUD Kaltim sekitar pukul 10.15.Bersama dengan mereka berdua, pasangan selebriti yang juga kader PPP, Marissa Haque-Ikang Fawzi, Ketua Tim Sukses Pemenangan Awang-Farid, Khairul Fuad, Sekretaris DPW PPP Kaltim Rusma Yakub, Plt Ketua DPW PAN Kaltim Ali Taher Parasong, Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltim Yahya Anja, pengurus parpol pengusung lainnya. Rombongan Awang-Farid diterima tiga anggota KPU Kaltim, yakni Elvyani NH Gaffar, Muhammad Abduh dan Masykur Melle.

Kehadiran Marisa-Ikang Fawzi menarik perhatian beberapa pendukung Awang-Farid. Saat Awang-Farid dan parpol mengembalikan dan mendatangani berkas, mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk berfoto dengan dua orang itu.

Usai menyerahkan formulir dan menandatangani berkas-berkas dukungan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa, sambutan dari KPU Kaltim, sambutan Ketua Tim Sukses Awang-Farid dan sambutan dari pasangan calon.

Saat menjelaskan mengenai tahapan selanjutnya dan harapannya agar Pilgub dapat berjalan dengan lancar, adil dan bermartabat, Marissa Haque yang menjadi pengurus DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PPP sempat menginterupsi Elvyani. Ia menanyakan mengapa Ketua KPUD Jafar Haruna tak dapat hadir. Ia juga menanyakan apakah bila tak dihadiri Ketua KPUD, proses pendaftaran ini sah.

Saat itu, keadaan sempat tegang. Namun, Elvy menjelaskan, berdasarkan UU N0 22 tahun 2007, kedudukan anggota KPUD adalah sama. Ketua hanya sebagai koordinator. Mendengar itu, Marissa pun tak melanjutkan pertanyaannya. "Ini sah, walaupun tanpa Ketua," kata Elvy yang disambut tepuk tangan pendukung Awang-Farid.

Saat diberikan kesempatan untuk berbicara, kepada pendukungnya, Awang mengingatkan agar dapat menjaga kelancaran jalannya Pilgub . "Jaga persatuan dan kesatuan kita. Karena selama ini kondisi Kaltim sangat kondusif. Jangan hanya gara-gara Pilkada, kita jadi terpecah belah. Karena itu, saya siap menang dan siap kalah. Insya Allah, kita akan menang. Kemenangan saya adalah kemenangan seluruh rakyat Kalimantan Timur, bukan hanya untuk pendukung saya," kata Awang yang disambut riuh pendukungnya.

Awang juga mengatakan agar masyarakat Kaltim memanfaatkan momen Pilgub kali ini. Karena Pilgub ini adalah pertama kalinya masyarakat Kaltim dapat memilih ubernur secara langsung.



Satu Putaran
Bermunculannya para cagub dan cawagub dari partai-partai lainnya, seperti Jusuf SK dari Golkar dan Achmad Amins-Hadi Mulyadi dari Patriot Pancasila, PKB, PKS, PDK, PBR dan Partai Pelopor, tak menyurutkan Awang untuk memenangkan Pilgub. Seperti saat deklarasi Sabtu lalu, Awang tetap yakin menang dengan hanya satu putaran .

"Iya dong, di dalam politik itu kita harus yakin menang, kita harus yakin menang ... Kita harus optimistik untuk menang," kata Awang saat ditemui usai pendaftaran dirinya dan Farid Wadjdy sebagai calon gubernur dan cawagub dari 14 partai politik. Keempatbelas partai itu diantaranya, PPP, PDS, PAN, PBB dan Partai Demokrat.

Awang menyebutkan bahwa ia dapat meraih suara dari berbagai kalangan termasuk dari pemilih pemula, nelayan, petani dan buruh. Sebelumnya, saat deklarasi, Awang juga yakin meraih suara, dari partai-partai besar yang memiliki dan akan mengusung para calon, seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan dan PKS.

Namun, Awang enggan menyebutkan strategi kemenangannya. "Ha...ha.. itu rahasia, ngga boleh diungkap," kata Awang, lalu meminta Ketua Tim Suksesnya, Khairul Fuad, untuk menjelaskan. Khairul juga enggan menjelaskan secara rinci apa yang akan mereka lakukan. Tapi ia menyebutkan, bahwa tim sukses ini akan segera dibentuk. "Targetnya sih awal Maret, semua tim sukses dapat terbentuk di semua kabupaten dan kota. Kita akan segera konsolidasi tim suskes dari tingkat atas hingga bawah," kata Khairul.

Namun, Khariul enggan menjawab berapa persen suara yang mereka akan raup dalam pemungutan suara 26 Mei. "Saya ini berpengalaman dalam tim sukses, karena itu saya ditunjuk teman-teman. Saat Suwarna menang, saya menjadi tim suksesnya," ucapnya. Suwarna adalah pemenang Pemilihan Gubernur tahun 2003. Saat itu, Awang kalah dalam pemilihan melalui wakil rakyat itu.

Ditemui terpisah, Sekretaris DPW PPP Kaltim Rusman Yakub dan Plt Ketua DPW PAN Kaltim Ali Taher Parasong mengatakan hal yang sama. Keduanya tetap optimistis meraih kemenangan. Pengurus yang terbentuk hingga 13 kabupaten/kota, dari tingkat kabupaten/kota menjadi alasan utama mereka untuk memenangkan pemilihan secara langsung kepala daerah Kaltim ini. (reo)

Sumber: http://www.berpolitik.com/static/myposting/2008/02/myposting_10690.html